Beberapa Gagasan untuk Menuju pada Kemandirian Sains dan Teknologi*(bagian2)

2. Sains, teknologi, industri dan pertumbuhan ekonomi

 

Adalah Francis Bacon, seorang ahli hukum dan politikus berkebangsaan Inggris, pada tahun 1605, dalam bukunya Advancement of Learning (Kealey, 1996) mengusulkan pertama kali sebuah “model linier” untuk pertumbuhan ekonomi. Bacon mengusulkan bahwa pemerintah harus mendanai pengembangan sains dasar. Dia juga sangat percaya bahwa pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada sains terapan (teknologi) dan sains terapan sangat tergantung pada sains dasar. Pendanaan sains dasar oleh pemerintah merupakan suatu yang sangat penting untuk memperkuat perekomian suatu bangsa. Jadi “model linier” Bacon tersebut sebagai berikut: Pemerintah mendanai pengembangan sains dasar sains terapan (teknologi) industri pertumbuhan ekonomi. Pada abad 20 “model linier” Bacon mengalami modifikasi dalam penerapannya (Kealey, 1996): Sains dasar teknologi industri pertumbuhan ekonomi. Jadi “model linier termodifikasi” membutuhkan arah anak panah yang bolak-balik pada setiap tahap, karena untuk mengembangkan sains dasar juga membutuhkan teknologi lanjut. Pertanyaan penting timbul apakah arah anak panah yang bolak balik memberikan indikasi bahwa keuntungan dari kegiatan ekonomi juga harus kembali sebagian untuk pengembangan sains dasar? Apakah pendanaan riset bagi sains dasar harus dilimpahkan sepenuhnya pada kebijaksanaan pemerintah? Seperti dipercayai banyak kalangan bahwa industriawan tak bersedia mendanai riset bagi sains dasar karena tak segera dapat menjawab kebutuhan industri juga akan mudah “bocor” kepada para pesaing mereka. Karena industri tetap tergantung pada sains dasar maka pemerintah harus mengusahakan penyelenggaraan riset bagi sains dasar sebagai pelayanan pada masyarakat. Pemahaman seperti ini hanyalah dogma. Suatu kajian yang dilakukan terhadap 16 perusahaan minyak dan kimia di Amerika menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mengeluarkan investasi bagi sains dasar dan produktivitas mereka sangat signifikan dengan investasi yang dikeluarkan. Ini didukung pula oleh studi lain terhadap 911 perusahaan-perusahaan besar Amerika. Perusahaan yang banyak terlibat dalam penyelenggaraan riset bagi sains dasar ternyata merupakan perusahaan-perusahaan yang berkualifikasi dan peraih keuntungan lebih banyak (Kealey,1996).